Feeling Awkward at Goa Gajah



Pura-pura di Bali adalah tempat beribadah umat Hindu. Tapi juga merupakan daya tarik wisata untuk para turis yang datang kesini. Dan dikomersialkan juga kan? Jadi… ya sudah kita maen saja kesini hehe…


Jadi sebenarnya kita nggak tahu Goa Gajah itu apaan, ya mungkin semacam gua gitu pada umumnya. Sampai di tempat parkir, kita langsung ditawari kain Bali oleh ibu-ibu pedagang. Katanya didalam harus memakai kain seperti di tempat-tempat ibadah lain di Bali. Kita tidak beli karena, yah sama kayak beli oleh-oleh kan itu. Terus kalau nanti nggak boleh masuk ya udah balik aja. Ini bukan tempat main yang pengen dikunjungi banget juga sih. Mumpung lewat aja gitu hahaha…


Setelah membayar tiket masuk yang mahal untuk ukuran tempat wisata yang tidak terlalu touristy, kami turun ke Goa Gajah. Sebelumnya ada petugas yang mengecek tiket dan memberi kain sebagai penutup kaki. Dan kita tidak diberikan kain penutup karena sudah memakai celana panjang yang menutupi lutut. Nah kan, untung tadi kita nggak beli kain di parkiran. Rata-rata turis mancanegara diberi kain karena pakaian mereka belum menutup lutut.


Okay, mari kita turun. Duh kalau tempatnya turun gini nanti baliknya ngos-ngosan naik deh, hadehhh…. Sampai di bawah kita agak ragu untuk lanjut, karena kebanyakan yang datang turis mancanegara. Yang banyak adalah turis India. Disini ada semacam pendopo besar. Disebelahnya terdapat kolam yang menjorok kebawah terbagi menjadi 3 bagian dengan patung di tengahnya. Terlihat sekali kolam ini tua dilihat dari desain dan lumutnya hehe… Mungkin ini semacam kolam pemandian seperti Tamansari.


Kemudian yang paling bikin canggung disini adalah beberapa orang yang sedang berdoa di pura. Ow..ow..ow.. ini kita mengganggu nggak yah? Mana saya jilbaban sendiri gini hhhhhh…. Karena puranya tidak ada pembatas dengan seluruh komplek tempat ini. yah dengan canggung kita lanjut saja deh.


Yang dinamakan Goa Gajah ada di dinding tempat ini. goa dengan mulut yang berbentuk patung gajah. Mulut gua sempit dan hanya bisa dilewati oleh 1 orang saja. Bergantian kita masuk untuk melihat bagian dalam gua. Bagian dalam gua tidak terlalu luas. Jalan masuk tadi bercabang 2 ke kanan dan kiri. Dua-duanya berujung pada patung yang digunakan untuk beribadah. Owww… tambah canggung lagi. Langsung aja buru-buru keluar lagi, huft….


Mendadak gerimis turun dan kita langsung panik mau berteduh dimana. Seorang bapak sepuh sepertinya petugas disini dengan ramah mempersilahkan kita berteduh di pendopo besar tadi sambil bertanya kami datang dari mana. Gerimis hanya say hello sebentar. Dan kita lanjut jalan turun lagi. Iya, tadi sudah ke bawah sekarang lebih ke bawah lagi, fiuhhhh….


Dibawah sini ada taman yang bagus tapi kurang terawat. Ada sungai yang penuh dengan batu besar di pinggir. Kita harus melewati jembatan untuk menuju pura Budha katanya. Loh kok unik ya, ada pura Hindu dan juga Budha di satu tempat. Tapi untuk menuju pura Budha kita harus menaiki tangga yang menanjak entah kemana. Hehehehe…. Karena tidak begitu jelas, kita berhenti sampai disini saja deh. Sungguh main ke Goa Gajah ini sangat absurd hahaha…. Kita lnajut ke.. postingan berikutnya haha…



0 komentar:

Blogger Template by Clairvo