Tampilkan postingan dengan label Karanganyar. Tampilkan semua postingan

Telaga Sarangan - One Day Trip To East Java


Sudah dari tahun kapan pengen ke Telaga Sarangan. Tapi tiap kali lihat foto-foto di internet kok kayaknya biasa aja gitu. Seperti kurang greget gimana gitu. Setelah menunda sekian lama, akhirnya maen juga kesana. Sebenarnya pengen ke Telaga Sarangan karena jalan menuju Magetan kan lewat Lawu. Pengen nostalgila aja. Lawu i'm in love...... 


Ternyata udah lama juga nggak ke Lawu. Terakhir kesana pas tahun baru 2011. Udah 4 tahun. Kemarin ke Buper Sekipan cuma sampai Tawangmangu aja. Belum sampai Lawu. Gara-gara lama nggak ke Lawu, kita malah lewat Gondosuli. Lha taunya ke Lawu ya lewat Gondosuli kan? Ternyata ada jalan tembus baru yang jalannya lebih landai. Dan kita malah lewat Gondosuli yang jalannya curam abis. Ya sudahlah, itung-itung nostalgia. Eh ternyata malah bisa lihat pemandangan bagus di bawah.


Memasuki Cemoro Kandang banyak penjual strawberry di kanan-kiri jalan. Strawberrynya besar-besar kayak di Ciwedey. Asyik beli ah. Eh nanti aja baliknya. Lepas dari Cemoro Kandang sudah memasuki kabupaten Magetan. Jadi Cemoro Sewu itu sudah masuk Jawa Timur. Maen sehari pulang pergi ke Jawa Timur, huebattt.... *atau nekat? 


Dulu ya mentok cuma sampai Cemoro Sewu aja. Dari Cemoro Sewu menuju Sarangan jalannya indah. Lebih indah dari Tawangmangu - Lawu. Tebing di sebelah kiri jalan dihiasi oleh bunga-bunga kecil berwarna putih. Bagus, padahal hanya bunga liar aja. Di suatu belokan pemandangannya bagus banget. Pohon di kanan-kiri dengan latar belakang puncak Lawu. Lawu i'm in love.... hahahaa... kumat


Nggak terlalu lama dari Cemoro Sewu, kita udah sampai di Telaga Sarangan. Walah deket ya dari Lawu. Jawa Timur sedekat ini lho dari Jogja hahaha...


Jalan masuk menuju Telaga Sarangan turun curam banget. Ternyata ini bukan jalan utama yang ada gerbang selamat datang nya. Mungkin ini jalan alternatif. Walah kayaknya dari tadi kita salah ambil jalan terus ya. Kalau nggak nanjak banget malah turun curam banget. Hadehhh


Tiket masuk udah di tangan. Mau ke telaga jalannya rame banget. Orang jalan, kuda, mobil, motor jadi satu berdesak-desakan. Mau ke pinggir telaga aja susahnya minta ampun. Kurang bagus nih pengelolaan tempat wisatanya. Harusnya sih dikasih tempat parkir, jadi orang jalan dari tempat parkir ke pinggir telaga gitu. Ini motor diparkir di pinggir telaga gitu aja. Hadeh kacau banget


Sampai di pinggir telaga malah bingung sendiri mau ngapain. Naik boat atau naik kuda, males. Jadinya cuma foto-foto telaganya doang. Yang bagus dari Telaga Sarangan menurutku ya cuma pemandangan telaga dengan background hijaunya aja. Apalagi kelihatan jelas banget puncak Lawu diatasnya. Emang Lawu indah ya. Lawu i'm in love deh...


Muterin Telaga Sarangan ah sebelum balik. Eh di ujung ada gerbang dengan tulisan Selamat Datang di Wana Wisata Ngadiloyo. Ada papan petunjuk kecil air terjun gitu. Loh kok ada wana wisata? Masuk ah, karena wana wisata biasanya lebih menarik dari telaga.


Masuk ke wana wisata kok malah masuk ke daerah persawahan ya? Kemudian masuk ke perkampungan. Perkampungan ini kayak di Sekipan. Di lembah dan diapit bukit tinggi di kanan dan kiri. Kendaraan diparkir di perkampungan ini. Banyak juga motor yang diparkir. Wah pasti rame nih di air terjun.


Dari tempat parkir katanya jalan setengah kilo gitu. Jalan menuju ke air terjun lewat persawahan dengan pemandangan yang bagus banget. Persawahan dengan jalan aspal di pinggir dan sungai kecil yang jernih banget. Pemandangan hijau luas sampai mentok di bukit hijau di kejauhan. Ya ampun ini bagus banget. Bonus dari Telaga Sarangan.


Jalannya agak sepi, bisa puas menikmati pemandangan. Ada warung kecil gitu di belokan yang jualan minuman sama makanan kecil. Disini ketemu ibu-ibu bawa plastik yang berisi sayuran. Ada kentang, labu siam, wortel. Lho ini ibu-ibu abis dari air terjun atau penduduk yang panen sayur sih? ternyata nggak lagi ketemu warung kecil yang jualan sayuran. Jalan lagi banyak warung-warung kecil di kiri jalan.

Dari sini jalannya mulai menanjak. Waduh. Dan klimaknya adalah di tangga yang lumayan tinggi, Waduh lupa kalau menuju air terjun itu emang butuh perjuangan jalan nanjak hahaha... Naik tangga cuma capek dikit sih. Akhirnya jalannya agak landai lagi. Eh air terjunnya kelihatan dari sini. Istirahat di batu besar dulu, capek abis naik tangga. Pemandangannya disini indah juga.


Kirain udah sampai di air terjun. Eh masih harus jalan lagi ternyata. Dari sini jalannya agak nanjak dikit. Entah kenapa rasanya malah lebih ngos-ngosan daripada pas naik tangga tadi. Sampai di warung-warung malah lemes. Ditambah pemandangan air terjun yang nun jauh diatas dan tangga dibawahnya yang harus dinaikin.


Haduh tambah lemes. Ambruk aja deh di warung. Beli cemilan dulu, hahaha... Banyak banget keluarga-keluarga yang pelesir disini. Wah mereka hebat naik tangga tadi. Padahal udah bapak-bapak & ibu-ibu. Makanya travelinglah selagi muda. Pas udah tua tinggal leyeh-leyeh aja liatin foto jalan-jalan semasa muda hahaha....


Capeknya udah ilang. Sebenarnya males naik keatas. Tapi ya udah sampai disni, jauh-jauh ke Jawa Timur. Naiklah keatas. Sampai paling atas. Badalah......... air terjunnya kecil amat hahaha.... Udah ah, liat sekali udah puas. Turun lagi. Malah lebih bagus pemandangan sepanjang jalan menuju air terjun ya?


Masih lebih bagus lagi pemandangan gunung Lawu hohohoh...

   .






WANA WISATA SEKIPAN


Sekian lama mendengar nama Sekipan, akhirnya berkesempatan kesana juga. Dalam rangka maen di hari Minggu, sehingga tidak bisa maen terlalu jauh. Tentunya hanya bisa maen di sekitar Jogja saja. Akhirnya dipilihlah Sekipan setelah lihat postingan orang yang terlihat hijau. Gampang banget ya milih tempat maen. Asal hijau aja, langsung pengen kesana. Hahahaha... 


Sekipan tempatnya agak mblusuk. Sedikit di atas Tawangmangu, jalan masuk menuju Sekipan melewati gang kecil. Kanan-kiri jalan adalah rumah-rumah penduduk. Habis rumah terbitlah ladang-ladang strawberry. Memang Sekipan terkenal dengan strawberrynya. Tapi jenis yang kecil. Bukan yang besar-besar dan montok menggemaskan seperti strawberry yang ada di Ciwedey.


Ladang strawberry tidak terlalu luas. Di sela-sela ladang terdapat vila-vila yang disewakan. Pasti asyik menginap disini. Udaranya sejuk. Pemandangannya pun indah, hijau. Tempat ini berada di semacam lembah. Dikepung oleh dinding hijau pohon-pohon cemara. Terlihat sepi dan damai hehe...


Ternyata Sekipan ini adalah wana wisata. Alias hutan wisata. Kirain cuma perkebunan strawberry aja hahaha.. Tempat ini ramai oleh pengunjung yang sedang outbond. Tempat untuk outbond sangat luas. Mau outbond kayak apa, mau jungkir balik kayak apa, bisa deh disini. 


Lurus melewati area outbond, adalah hutan pinus. Dari tempat outbond hutan pinus terlihat liar dan sepi. Nyali menciut dan nggak jadi mengeksplore hutan pinus lebih jauh lagi. Takut diculik vampir ganteng atau manusia serigala hahahahaha... 


Akhirnya cuma duduk-duduk aja di batang pohon yang dijadikan kursi dan meja. Menikmati pemandangan dan melamun. Kalau punya rumah disini gimana ya? pasti betah banget duduk-duduk di halaman rumah menikmati hijaunya pemandangan. Jadi pengen punya rumah ditengah hutan kayak di film-film itu. Jauh dari macet dan polusi.


Wana wisatanya nggak ada yang seru sih. Cuma suka hijaunya pepohonan disini aja. Malah lebih suka dengan ladang-ladang di luar wana wisata. Ada sepetak ladang yang ditumbuhi bunga-bunga kecil liar berwarna ungu. Jadi ingat bunga-bunga ungu liar yang dulu tidak kutemukan di Kawah Wurung. Mungkin bunganya seperti ini.


Ladang yang ditumbuhi bunga-bunga liar cantik dengan latar belakang hijaunya pohon-pohon cemara. Ahhhh tempat sederhana seperti ini pun indah 

Kebun Teh Kemuning & Candi Cetho



Obsesi dari jaman kuliah, pengen ke kebun teh Kemuning. Katanya bukit teh nya kayak bukit teletubies. Ternyata iya, dan pemandangannya indah..... Ijo royo-royo, subhanallah indah seperti lukisan saja. Seperti tidak nyata.


Nerusin jalan, lanjut ke Candi Cetho. Kirain deket, ternyata jauh aja. Jalannya curam banget, miring banget, ngeri.... Candi-candi di Karanganyar bentukknya mirip-mirip kayak punyanya suku maya. Candi Cetho, candi Sukuh juga. Dasar di Karanganyar, di Ngargoyoso aja ada kabut. Brrrr...dingin. Pulangnya nyoba jalan yang dulu nembus di Sragen. Eh beneran lewat depan rumahnya Titis loh

Kemuning & Candi Cetho


* 14 April 2013

Air Terjun Parang Ijo

Ke Karanganyar lagi.... Kan belum jadi ke kebun teh Kemuning. Masa cuma ke 1 tempat doang sih? sayang dong. Tanya-tanya orang lokal, tempat mana lagi ya yang bagus? Kata orang lokal yang namanya Titis Inggil Pambekti (!) air terjun Parang Ijo bagus lho. Guling-guling (kata Bram), bagus ya foto-fotonya. Kesana ah....

                                             

Lewat Jumog, aduhhhh tergoda pengen belok kesana lagi. Tahan tahan, nanti aja pulangnya. Sampai sana ternyata rame ya, kirain masih perawan sepi gitu. Tempatnya cantik banget. Kalau Jumog itu alami, rimbunnya alami, pohon-pohonnya semrawut apa adanya tapi tetep bagus. Parang Ijo ini cantik, ditata gitu pohon-pohonnya. Tapi tapi tapi, air terjunnya kecil amat ya. Dan itu dibikin gitu, enggak langsung jatuh alami kayak Jumog, Grojogan Sewu gitu.

Air terjun kecil :)
 

Tempatnya bagus
Pas pulang, baru sadar jalan turun ternyata curam banget. Ngeri... Lanjut maen, ke kebun teh Kemuning. Ramenya.... Lah, katanya sepi. Sepi dari hongkong? Karena rame, malah malas turun terus foto-foto. Ya sudah lah, ke candi Cetho aja. Baru naik dikit, eh gerimis. Aduh aduh, padahal masih jauh. Balik balik, pulang aja. Jalan pulang sebenarnya belok kiri kembali ke jalan semula ke Jumog. Coba-coba, belok kanan deh. Malah kehujanan dan nyasar. Lewat jalan jahat, dan tembus ke Sragen. Gile, jauh amat yak. Katanya Titis malah lewat depan rumahnya Titis itu. O ya??






Objek favorit pas maen ke gunung, kubis...........

* 19 Februari 2012

Grojogan Sewu di Tawangmangu

Dari Jumog lanjut ke Tawangmangu. Dulu pas ke Lawu bingung lewat Tawangmangu, mana sih air terjunnya? Ternyata dari tempat parkir masih harus jalan kaki jauh menuju gerbang masuk Grojogan Sewu. Belum masuk aja udah banyak monyet, waduh....

Dari gerbang ke air terjun harus turun jauh. Baru turun udah bayangin ntar pasti capek naiknya lagi. Sepanjang perjalanan turun kayak lagi di Kali Kuning. Berasa di hutan gitu, ijo roy-royo. Sejuk banget.

Sampai di Grojogan Sewu, wow air terjunnya gede yah. Tinggi plus deras banget. Bagus banget air terjunnya, gagah hihi... Disini rame banget, orangnya kok banyak banget ya. Ya udah terkenal sejak jaman dahulu kala sih, nggak heran rame gini. Udah banyak orang, banyak monyet lagi

Lebih syahdu Jumog tempatnya hehehehe... Lebih indah dan lebih sepi. Disini lebih banyak orang dengan segala tingkah laku anehnya
Duh mbak e sama mas e malah gendong-gendongan
Di "ndeso" aja pake bikini hew...
Airnya dingin.....
Dilarang berhenti di jembatan, malah bengong
Setelah ngos-ngosan naik, disuguhi tulisan ini deh. Fiuh.....


* 12 Mei 2010

































































































































































Blogger Template by Clairvo